cara belajar algoritma part 2

Saturday, November 2, 2013 | comments

assllammualaikum
ni sya mau lanjutin cara belajar algoritma part 1 jdi ini yang cara belajar algoritma part 2 langsung saja yuk kita simak bersama

1. Algoritma Merupakan Jantung Ilmu Informatika
Algoritma adalah jantung ilmu komputer atau informatika. Banyak cabang
ilmu komputer yang mengarah ke dalam terminologi algoritma. Namun,
jangan beranggapan algoritma selalu identik dengan ilmu komputer saja.
Dalam kehidupan sehari-hari pun banyak terdapat proses yang dinyatakan
dalam suatu algoritma. Cara-cara membuat kue atau masakan yang
dinyatakan dalam suatu resep juga dapat disebut sebagai algoritma. Pada
setiap resep selalu ada urutan langkah-langkah membuat masakan. Bila
langkah-langkahnya tidak logis, tidak dapat dihasilkan masakan yang
diinginkan. Ibu-ibu yang mencoba suatu resep masakan akan membaca satu
per satu langkah-langkah pembuatannya lalu ia mengerjakan proses sesuai
yang ia baca. Secara umum, pihak (benda) yang mengerjakan proses disebut
pemroses (processor). Pemroses tersebut dapat berupa manusia, komputer,
robot atau alat-alat elektronik lainnya. Pemroses melakukan suatu proses
dengan melaksanakan atau “mengeksekusi” algoritma yang menjabarkan
proses tersebut.
Algoritma adalah deskripsi dari suatu pola tingkah laku yang dinyatakan
secara primitif yaitu aksi-aksi yang didefenisikan sebelumnya dan diberi
nama, dan diasumsikan sebelumnya bahwa aksi-aksi tersebut dapat kerjakan
sehingga dapat menyebabkan kejadian.

2. Mekanisme Pelaksanaan Algoritma oleh Pemroses 
Komputer hanyalah salah satu pemroses. Agar dapat dilaksanakan oleh 
komputer, algoritma harus ditulis dalam notasi bahasa pemrograman 
sehingga dinamakan program. Jadi program adalah perwujudan atau 
implementasi teknis algoritma yang ditulis dalam bahasa pemrograman 
tertentu sehingga dapat dilaksanakan oleh komputer. 
Kata “algoritma” dan “program” seringkali dipertukarkan dalam 
penggunaannya. Misalnya ada orang yang berkata seperti ini: “program 
pengurutan data menggunakan algoritma selection sort”. Atau pertanyaan 
seperti ini: “bagaimana algoritma dan program menggambarkan grafik 

tersebut?”. Jika Anda sudah memahami pengertian algoritma yang sudah disebutkan sebelum ini, Anda dapat membedakan arti kata algoritma dan 
program. Algoritma adalah langkah-langkah penyelesaikan masalah, 
sedangkan program adalah realisasi algoritma dalam bahasa pemrograman. 
Program ditulis dalam salah satu bahasa pemrograman dan kegiatan 
membuat program disebut pemrograman(programming). Orang yang 
menulis program disebut pemrogram (programmer).Tiap-tiap langkah di 
dalam program disebut pernyataanatauinstruksi. Jadi, program tersusun 
atas sederetan instruksi. Bila suatu instruksi dilaksanakan, maka operasioperasi yang bersesuaian dengan instruksi tersebut dikerjakan komputer. 
Secara garis besar komputer tersusun atas empat komponen utama yaitu, 
piranti masukan, piranti keluaran, unit pemroses utama, dan memori. Unit 
pemroses utama (Central Processing Unit – CPU) adalah “otak” komputer, 
yang berfungsi mengerjakan operasi-operasi dasar seperti operasi 
perbandingan, operasi perhitungan, operasi membaca, dan operasi menulis. 
Memori adalah komponen yang berfungsi menyimpan atau mengingatingat. Yang disimpan di dalam memori adalah program (berisi operasioperasi yang akan dikerjakan oleh CPU) dan data atau informasi (sesuatu 
yang diolah oleh operasi-operasi). Piranti masukan dan keluaran (I/O
devices)adalah alat yang memasukkan data atau program ke dalam memori, 
dan alat yang digunakan komputer untuk mengkomunikasikan hasil-hasil 
aktivitasnya. Contoh piranti masukan antara lain, papan kunci (keyboard),
pemindai (scanner), dan cakram (disk).Contoh piranti keluaran adalah, 
layar peraga (monitor), pencetak (printer), dan cakram.
Mekanisme kerja keempat komponen di atas dapat dijelaskan sebagai 
berikut. Mula-mula program dimasukkan ke dalam memori komputer. 
Ketika program dilaksanakan (execute), setiap instruksi yang telah tersimpan di dalam memori dikirim ke CPU. CPU mengerjakan operasioperasi yang bersesuaian dengan instruksi tersebut. Bila suatu operasi 
memerlukan data, data dibaca dari piranti masukan, disimpan di dalam 
memori lalu dikirim ke CPU untuk operasi yang memerlukannya tadi. Bila 
proses menghasilkan keluaran atau informasi, keluaran disimpan ke dalam 
memori, lalu memori menuliskan keluaran tadi ke piranti keluaran 
(misalnya dengan menampilkannya di layar monitor).

3. Belajar Memprogram dan Belajar Bahasa Pemrograman 
Belajar memprogram tidak sama dengan belajar bahasa pemrograman. 
Belajar memprogram adalah belajar tentang metodologi pemecahan 
masalah, kemudian menuangkannya dalam suatu notasi tertentu yang 
mudah dibaca dan dipahami. Sedangkan belajar bahasa pemrograman 
berarti belajar memakai suatu bahasa aturan-aturan tata bahasanya, 
pernyataan-pernyataannya, tata cara pengoperasian  compiler-nya, dan 
memanfaatkan pernyataan-pernyataan tersebut untuk membuat program 
yang ditulis hanya dalam bahasa itu saja. Sampai saat ini terdapat puluhan 
bahasa pemrogram, antara lain bahasa rakitan (assembly), Fortran, Cobol, 
Ada, PL/I, Algol, Pascal, C, C++, Basic, Prolog, LISP, PRG, bahasabahasa simulasi seperti CSMP, Simscript, GPSS, Dinamo. Berdasarkan 
terapannya, bahasa pemrograman dapat digolongkan atas dua kelompok 
besar:
    1. Bahasa pemrograman bertujuan khusus. Yang termasuk kelompok 
ini adalah Cobol(untuk terapan bisnis dan administrasi). Fortran
(terapan komputasi ilmiah), bahasa rakitan (terapan pemrograman 
mesin), Prolog(terapan kecerdasan buatan), bahasa-bahasa 
simulasi, dan sebagainya. 
    2. Bahasa perograman bertujuan umum, yang dapat digunakan untuk 
berbagai aplikasi. Yang termasuk kelompok ini adalah bahasa 
Pascal, Basicdan C. Tentu saja pembagian ini tidak kaku. Bahasabahasa bertujuan khusus tidak berarti tidak bisa digunakan untuk 
aplikasi lain. Cobolmisalnya, dapat juga digunakan untuk terapan 
ilmiah, hanya saja kemampuannya terbatas. Yang jelas, bahasabahasa pemrograman yang berbeda dikembangkan untuk 
bermacam-macam terapan yang berbeda pula. 
Berdasarkan pada apakah notasi bahasa pemrograman lebih “dekat” ke 
mesin atau ke bahasa manusia, maka bahasa pemrograman dikelompokkan 

atas dua macam: 

   1. Bahasa tingkat rendah. Bahasa jenis ini dirancang agar setiap 
instruksinya langsung dikerjakan oleh komputer, tanpa harus 
melalui penerjemah (translator). Contohnya adalah bahasa mesin. 
CPU mengambil instruksi dari memori, langsung mengerti dan 
langsung mengerjakan operasinya. Bahasa tingkat rendah bersifat 
primitif, sangat sederhana, orientasinya lebih dekat ke mesin, dan 
sulit dipahami manusia. Sedangkan bahasa rakitan dimasukkan ke 
dalam kelompok ini karena alasan notasi yang dipakai dalam bahasa 
ini lebih dekat ke mesin, meskipun untuk melaksanakan 
instruksinya masih perlu penerjemahan ke dalam bahasa mesin. 
     2. Bahasa tingkat tinggi, yang membuat pemrograman lebih mudah 
dipahami, lebih “manusiawi”, dan berorientasi ke bahasa manusia 
(bahasa Inggris). Hanya saja, program dalam bahasa tingkat tinggi 
tidak dapat langsung dilaksanakan oleh komputer. Ia perlu 
diterjemahkan terlebih dahulu oleh sebuah translator bahasa (yang 
disebut kompilator atau compiler)ke dalam bahasa mesin sebelum 
akhirnya dieksekusi oleh CPU. Contoh bahasa tingkat tinggi adalah 
Pascal, PL/I, Ada, Cobol, Basic, Fortran, C, C++,dan sebagainya. 

di beberapa pendapat ada yang bilang tiga jenis tingkatan yaitu adanya tingkatan sedang atau menengah.

Secara sistematis berikut diberikan kiat-kiat untuk belajar memprogram dan 
belajar bahasa pemrograman serta produk yang dapat dihasilkan: 
a. Belajar Memprogram 
•  Belajar memprogram: belajar bahasa pemrograman. 
•  Belajar memprogram: belajar tentang strategi pemecahan masalah, 
metodologi dan sistematika pemecahan masalah kemudian 
menuliskannya dalam notasi yang disepakati bersama. 
•  Belajar memprogram: bersifat pemahaman persoalan, analisis dan 
sintesis.
•  Belajar memprogram, titik berat: designerprogram. 
b. Belajar Bahasa Pemrograman 
• Belajar bahasa pemrograman: belajar memakai suatu bahasa 
pemrograman, aturan sintaks, tatacara untuk memanfaatkan pernyataan 
yang spesifik untuk setiap bahasa. 
•  Belajar bahasa pemrograman, titik berat: coder.
c. Produk yang Dihasilkan Pemrogram 
•  Program dengan rancangan yang baik (metodologis, sistematis). 
•  Dapat dieksekusi oleh mesin. 
•  Berfungsi dengan benar. 
•  Sanggup melayani segala kemungkinan masukan. 
•  Disertai dokumentasi. 
•  Belajar memprogram, titik berat: designerprogram.

sekian cara belajar algoritma part 2 dan admin bkal usahain segera keluar yang part 3 atau mungkin yan terakhir
semoga bermanfaat untuk para tamu blog jendela ilmu :)

Cara belajar algoritma part 1

| comments

untuk kali ni ane mau share msalah algoritma dan cara belajar algoritma ni, langsung saja di simak tp maaf ni gan partnya ane bagi - bagi agar belajarnya perthap dan mudah dipahami.

1. Apa itu algoritma ?
Ditinjau dari asal-usul katanya, kata Algoritma sendiri mempunyai sejarah
yang aneh. Orang hanya menemukan kata algorismyang berarti proses
menghitung dengan angka arab. Anda dikatakan algorist jika Anda
menghitung menggunakan angka arab. Para ahli bahasa berusaha
menemukan asal kata ini namun hasilnya kurang memuaskan. Akhirnya
para ahli sejarah matematika menemukan asal kata tersebut yang berasal
dari nama penulis buku arab yang terkenal yaitu Abu Ja’far Muhammad
Ibnu Musa Al-Khuwarizmi. Al-Khuwarizmi dibaca orang barat menjadi
Algorism.Al-Khuwarizmi menulis buku yang berjudul Kitab Al Jabar WalMuqabala yang artinya “Buku pemugaran dan pengurangan” (The book of
restoration and reduction). Dari judul buku itu kita juga memperoleh akar
kata “Aljabar” (Algebra). Perubahan kata dari algorismmenjadi algorithm
muncul karena kata algorism sering dikelirukan dengan  arithmetic,
sehingga akhiran –smberubah menjadi –thm.Karena perhitungan dengan
angka Arab sudah menjadi hal yang biasa, maka lambat laun kata algorithm
berangsur-angsur dipakai sebagai metode perhitungan (komputasi) secara
umum, sehingga kehilangan makna kata aslinya. Dalam bahasa Indonesia,
kataalgorithm diserap menjadi algoritma.

2. definisi algoritma
“Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah
yang disusun secara sistematis dan logis”. Katalogismerupakan kata kunci
dalam algoritma. Langkah-langkah dalam algoritma harus logis dan harus
dapat ditentukan bernilai salah atau benar.
Dalam beberapa konteks, algoritma adalah spesifikasi urutan langkah untuk
melakukan pekerjaan tertentu. Pertimbangan dalam pemilihan algoritma
adalah, pertama, algoritma haruslah benar. Artinya algoritma akan memberikan
keluaran yang dikehendaki dari sejumlah masukan yang diberikan. Tidak
peduli sebagus apapun algoritma, kalau memberikan keluaran yang salah,
pastilah algoritma tersebut bukanlah algoritma yang baik.
Pertimbangan kedua yang harus diperhatikan adalah kita harus mengetahui
seberapa baik hasil yang dicapai oleh algoritma tersebut. Hal ini penting
terutama pada algoritma untuk menyelesaikan masalah yang memerlukan
aproksimasi hasil (hasil yang hanya berupa pendekatan). Algoritma yang
baik harus mampu memberikan hasil yang sedekat mungkin dengan nilai
yang sebenarnya.
Ketiga adalah efisiensi algoritma. Efisiensi algoritma dapat ditinjau dari 2
hal yaitu efisiensi waktu dan memori. Meskipun algoritma memberikan
keluaran yang benar (paling mendekati), tetapi jika kita harus menunggu
berjam-jam untuk mendapatkan keluarannya, algoritma tersebut biasanya
tidak akan dipakai, setiap orang menginginkan keluaran yang cepat. Begitu
juga dengan memori, semakin besar memori yang terpakai maka semakin
buruklah algoritma tersebut.
Dalam kenyataannya, setiap orang bisa membuat algoritma yang berbeda
untuk menyelesaikan suatu permasalahan, walaupun terjadi perbedaan
dalam menyusun algoritma, tentunya kita mengharapkan keluaran yang
sama. Jika terjadi demikian, carilah algoritma yang paling efisien dan cepat.

3. beda algritma dan program
Program adalah kumpulan pernyataan komputer, sedangkan metode dan
tahapan sistematis dalam program adalah algoritma. Program ditulis dengan
menggunakan bahasa pemrograman. Jadi bisa disebut bahwa program
adalah suatu implementasi dari bahasa pemrograman.
Beberapa pakar memberi formula bahwa:
Program = Algoritma + Bahasa (Struktur Data)
Bagaimanapun juga struktur data dan algoritma berhubungan sangat erat
pada sebuah program. Algoritma yang baik tanpa pemilihan struktur data
yang tepat akan membuat program menjadi kurang baik, demikian juga sebaliknya.
Pembuatan algoritma mempunyai banyak keuntungan di antaranya:
   a. Pembuatan atau penulisan algoritma tidak tergantung pada bahasa
pemrograman manapun, artinya penulisan algoritma independen dari
bahasa pemrograman dan komputer yang melaksanakannya.
   b. Notasi algoritma dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa
pemrograman.
   c. Apapun bahasa pemrogramannya, outputyang akan dikeluarkan sama
karena algoritmanya sama.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat algoritma:
   1. Teks algoritma berisi deskripsi langkah-langkah penyelesaian masalah.
Deskripsi tersebut dapat ditulis dalam notasi apapun asalkan mudah
dimengerti dan dipahami.
   2. Tidak ada notasi yang baku dalam penulisan teks algoritma seperti
notasi bahasa pemrograman. Notasi yang digunakan dalam menulis
algoritma disebut notasi algoritmik.
   3. Setiap orang dapat membuat aturan penulisan dan notasi algoritmik
sendiri. Hal ini dikarenakan teks algoritma tidak sama dengan teks
program. Namun, supaya notasi algoritmik mudah ditranslasikan ke
dalam notasi bahasa pemrograman tertentu, maka sebaiknya notasi
algoritmik tersebut berkorespondensi dengan notasi bahasa
pemrograman secara umum.
   4. Notasi algoritmik bukan notasi bahasa pemrograman, karena itu
pseudocodedalam notasi algoritmik tidak dapat dijalankan oleh
komputer. Agar dapat dijalankan oleh komputer, pseudocodedalam
notasi algoritmik harus ditranslasikan atau diterjemahkan ke dalam
notasi bahasa pemrograman yang dipilih. Perlu diingat bahwa orang
yang menulis program sangat terikat dalam aturan tata bahasanya dan
spesifikasi mesin yang menjalannya.
   5. Algoritma sebenarnya digunakan untuk membantu kita dalam
mengkonversikan suatu permasalahan ke dalam bahasa pemrograman.
   6. Algoritma merupakan hasil pemikiran konseptual, supaya dapat
dilaksanakan oleh komputer, algoritma harus ditranslasikan ke dalam
notasi bahasa pemrograman. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan
pada translasi tersebut, yaitu:
       a. Pendeklarasian variabel
Untuk mengetahui dibutuhkannya pendeklarasian variabel dalam
penggunaan bahasa pemrograman apabila tidak semua bahasa
pemrograman membutuhkannya.
      b. Pemilihan tipe data
Apabila bahasa pemrograman yang akan digunakan membutuhkan
pendeklarasian variabel maka perlu hal ini dipertimbangkan pada
saat pemilihan tipe data.
     c. Pemakaian instruksi-instruksi
Beberapa instruksi mempunyai kegunaan yang sama tetapi masingmasing memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda.
     d. Aturan sintaksis
Pada saat menuliskan program kita terikat dengan aturan sintaksis
dalam bahasa pemrograman yang akan digunakan.
      e. Tampilan hasil
Pada saat membuat algoritma kita tidak memikirkan tampilan hasil
yang akan disajikan. Hal-hal teknis ini diperhatikan ketika
mengkonversikannya menjadi program.
    f. Cara pengoperasian compileratau interpreter.
Bahasa pemrograman yang digunakan termasuk dalam kelompok
compileratau interpreter.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Jendela Ilmu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger