JARINGAN KOMPUTER MENGGUNAKAN RADIO
DI ITB TELAH
TERSAMBUNG KE JARINGAN INTERNASIONAL
INTERNET
Onno W. Purbo, Ph.D
PAU Mikroelektronika ITB
Atas bantuan yang diberikan oleh Bapak
Prof. Samaun Samadikun (Jurusan EL-ITB) yang saat ini menjabat sebagai ketua
LIPI dan wakil ketua Dewan Riset Nasional (DRN), saat ini jaringan komputer
menggunakan radio di ITB telah terkait ke jaringan komputer terbesar di dunia
internasional yaitu InterNet selama 24 jam / hari melalui router / gateway yang
telah dioperasikan PAU Mikroelektronika ITB. Dana untuk keperluan ini
dialokasikan dari dana IPTEK-NET di DRN secara cuma-cuma untuk ITB selama satu
tahun. Pada kesempatan ini, penulis mencoba membahas sedikit tentang topologi
jaringan, keuntungan yang dapat diperoleh dengan terkaitnya jaringan komputer
di ITB ke jaringan InterNet maupun berbagai strategi yang mungkin perlu
digalakan di ITB untuk menjamin kelangsungan hubungan internasional yang
sifatnya cuma-cuma ini.
Sebetulnya, selain hubungan internasional
melalui IPTEK-NET (DRN), sebuah tim di Lab. Radar EL-ITB dibawah pimpinan Bapak
Utoro sedang melakukan uji-coba menggunakan satelit geostasioner ETS-V untuk
hubungan ITB ke Communication Research Lab, Jepang. Jepang telah bersedia untuk
memberikan alokasi waktu tujuh (7) jam / bulan pada kecepatan 38.4Kbps untuk
keperluan eksperimen jaringan komputer antara ITB dan Jepang menggunakan
satelit geostasioner ETS-V. Saat ini kami sedang memikirkan alokasi hubungan ke
Jepang ini untuk keperluan mengambil hasil-hasil konferensi elektronik di
jaringan InterNet untuk di sebarkan ke jaringan terrestrial. Hal ini diharapkan
akan mengurangi beban transmisi data yang harus dilakukan melalui IPTEK-NET ke
InterNet.
Topologi jaringan yang dikembangkan di ITB
bertumpu pada gateway packet radio yang berlokasi di PAU Mikroelektronika ITB.
Saat ini hubungan jarak jauh bertumpu pada hubungan radio ke Jakarta pada
kecepatan 1200bps yang Insya Allah akan di up-grade ke 9600bps pada bulan Juni
1994. D samping itu, melalui dana IPTEK-NET juga sedang dipikirkan untuk
menginstalasi saluran leased-line untuk menghubungkan ITB langsung dengan
gateway Internasional di IPTEK-NET Jakarta. Selain hubungan ke Jakarta juga
sedang dibangun peralatan hubungan radio untuk jaringan nasional di Indonesia
menggunakan perangkat transceiver HF yang akan dihubungkan ke ITS, UGM dan IKIP
Jogyakarta. Untuk keperluan lokal Bandung jaringan yang ada masih menggunakan
kecepatan 1200bps, mudah-mudahan sekitar bulan Juni-Juli 1994 akan di instalasi
port kecepatan 9600bps di PAU Mikroelektronika ITB untuk mengantisipasi
kejenuhan pada jaringan 1200bps yang saat ini beroperasi.
Apa yang dapat kita peroleh dengan
mengkaitkan diri pada jaringan internasional InterNet. Pertama-tama kita dapat
mengakses hubungan surat elektronik ke negara-negara maju yang saat ini telah
mengkaitkan jutaan pemakai komputer. Di samping hubungan surat elektronik, juga
dimungkinkan untuk berdiskusi dengan para pakar yang ada di luar negeri dalam
suasana konferensi ilmiah secara elektronik yang tidak terikat pada dimensi
ruang dan waktu menggunakan fasilitas konferensi elektronik. Proses diskusi
dapat berlangsung berhari-hari bahkan berbulan-bulan tanpa henti-hentinya
bahkan sebagian diantaranya bermuara pada program-program kerjasama antar negara.
Hal lain yang cukup menarik adalah, dimungkinkannya untuk mengakses data base
hasil-hasil penelitian di luar negeri yang tersebar di jaringan InterNet. Untuk
mengkaitkan diri ke jaringan ini sangat mudah sekali, saat ini seluruh
perangkat lunak (termasuk source code) dapat diperoleh secara cuma-cuma tanpa
biaya sepeserpun dari kami di KBK Jaringan Komputer PAU Mikroelektronika ITB.
Peralatan yang dibutuhkan dapat dibuat sendiri dengan komponen yang ada di
Indonesia (rangkaian tersedia secara cuma-cuma), atau dapat pula dibeli di
beberapa supplier di Bandung maupun di Jakarta tentunya dengan harga yang lebih
mahal dibandingkan dengan membuat sendiri. Cukup dengan peralatan yang relatif
sederhana ini, kita dapat mengakses jaringan komputer di ITB dan berinteraksi
langsung dengan berbagai server yang ada di jaringan komputer di manca negara.
Tentunya tidak adil jika ITB hanya
bertindak sebagai konsumen dan hanya mengambil informasi-informasi yang
dibutuhkan untuk penelitian-penelitian yang dilakukan di ITB. Jika hal ini yang
berlangsung, dalam arti ITB hanya menjadi konsumen saja, akan sulit bagi
pihak-pihak tingkat nasional seperti Dewan Riset Nasional (DRN) untuk
menjustifikasi kesinambungan dana untuk mengkaitkan jaringan komputer di ITB ke
jaringan internasional. Satu-satunya cara untuk menjamin kesinambungan hubungan
internasional melalui jaringan komputer ini adalah ITB harus secara profesional
membuktikan hasil-hasil nyata yang diperoleh dengan terkaitnya jaringan
komputer di ITB ke jaringan internasional. Hasil-hasil ini dapat berupa
pembentukan pusat-pusat informasi / basis data di ITB yang terkait ke jaringan
komputer, misalnya, berisi abstrak-abtrak penelitian di ITB dalam bahasa
Inggris, "company profile" dari berbagai lab. di ITB yang sebaiknya
di tulis dalam bahasa Inggris, dsb. Sebetulnya kesempatan untuk membentuk
pusat-pusat informasi dalam jaringan ini selain untuk memberikan informasi ke
pengguna jaringan di luar negeri maupun tingkat nasional di Indonesia, dapat
pula kita artikan sebagai media untuk marketing hasil-hasil penelitian di ITB
ke luar negeri yang mudah-mudahan dapat menarik dana penelitian dari luar
negeri ke ITB.
Demi terbentuknya jaringan komputer di ITB,
kami di KBK jaringan komputer PAU Mikroelektronika ITB bekerjasama dengan
beberapa lembaga di dalam ITB telah berkomitmen untuk menyebarkan informasi
maupun perangkat lunak yang dibutuhkan secara cuma-cuma. Kami yakin bahwa
langkah ini merupakan langkah yang sangat strategis untuk menjamin kelanjutan
ITB dalam memimpin dunia ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.
info di atas semoga bermanfaat :)

Post a Comment