Jaringan nirkabel

Monday, November 11, 2013 | comments

yuk mari kita simak bersama tetang jaringan nirkabel ?
selamat membaca :)

Penggunaan kabel untuk  menghubungkan komputer pribadi (PC),  modem dan printer untuk 
membentuk  jaringan  lokal  yang  sering  disebut  dengan  istilah  Lokal  Area  network  (LAN) 
ternyata  memakan  biaya  yang  tidak  sedikit.  Dari  sini  kemudian  timbul  gagasan  untuk 
meniadakan sama sekali kabel penghubung agar biaya pengkabelan dan kesemrawutan kabel 
dapat  ditiadakan.  Pada  tahun  1991,  komunikasi  LAN  nirkabel  dibahas  standarnya  melalui 
komite  institusi  perekayasa  elektro  dan  elektronika,  yaitu  “Institute  of  Electrical  and 
Electronic  Engineer’s”  (IEEE),  yang  dikenal  dengan  IEEE  802.11.  Rekomendasinya 
mencakup karakteristik jangkauan, persyaratan throughput, prosedur, dan media transmisinya. 
Adanya  standar  ini  akan  mempermudah  kerja  para  pekerja  jaringan,  dan  terjadinya 
ketidaksesuaian antara piranti dari berbagai pabrik pembuat pun dapat dihindari.
IEEE  802.11  merupakan  standar  LAN  nirkabel  pertama  yang  bersifat  internasional  yang 
dikeluarkan oleh IEEE. Ada beberapa varian 802.11 beberapa diantaranya masih sebenar nya 
bukan  merupakan  LAN  nirkabel  yang  baru,  tetapi  lebih  merupakan  ekstensi  yang  dapat 
diterapkan  di  salah  satu  atau  ketiga  varian  802.11  yang  ada,  sebenarnya  IEEE  bermaksud 
untuk  mengurangi  atau  mengatasi  kelemahan-kelemahan  yang  muncul  di  dalam  protokolprotokol pada sistem yang sudah ada.

Varian dari 802.11 dari “a” sampai “i” itu adalah :
a.  802.11a,  merupakan  pengembangan  untuk  memperkaya  komunikasi  54  Mbps  yang 
digunakan  Amerika  Serikat  di  pita  tak  berlisensi,  atau  Unlicensed  National  Information 
Infrastructure (U-NII), yakni 5,1 GHz. 
b.   802.11b,  merupakan pengembangan untuk  menaikan  laju data pada 5,5  sampai 11  Mbps 
yang menempati pita DSSS 802.11, yakni 2,4 GHz. 
c.  802.11d,  dimaksudkan  sebagai  versi  802.11b  yang  bekerja  pada  frekuensi  lain,  yang
membuatnya cocok dipakai di belahan dunia tertentu yang tidak mengijinkan penggunaan 
frekuensi 2,4 GHz. 
d.   802.11e,  yang  menambahkan  kemampuan  QoS  bagi  jaringan-jaringan  802.11  untuk 
menggantikan  Ethernet  dengan  sistem  TDMA  yang  terkoordinasi  dan  menambahkan 
koreksi kesalahan khusus untuk lalu lintas data yang penting . 
e.  802.11f,  yang  mencoba  untuk  memperbaiki  mekanisme  handover  pada  sistem  802.11 
sehingga para penggunanya dapat tetap terkait ke jaringan ketika menjelalah di antara dua 
segmen penyakelar (kanal radio), atuaupun di antara AP yang berada pada jaringan yang 
berbeda. Ini  merupakan  hal penting ketika LAN nirkabel  menawarkan sistem pergerakan 
(mobile) yang sama pengguna telepon seluler yang dapat menjelajah. 
f.    802.11g, merupakan pengembangan untuk menaikan laju data sampai 54 Mbps di pita 2,4 
GHz. 
g.   802.11h, sebagai usaha untuk menambahkan kendali yang lebih baik pada pemilihan kanal 
radio  dan  daya  transmisinya  bagi  802.11a.  Bersama-sama  dengan  802.11e,  ia  dapat 
membuat standarnya dapat  diterima oleh para penentu kebijakan  bidang komunikasi data 
nirkabel di daratan Eropa. 
h.   802.11i,  berkaitan  dengan  kelemahan  yang  ada  pada  802.11,  yakni  keamanaan.  Secara 
keseluruhan, ia merupakan standar yang baru dibandingkan dengan WEP, berlandas pada 
Advance Encryption Standard (AES) yang merupakan algoritma remi pemerintah Amerika 
Serikat. 
i.    802.11j,  sebagai  usaha  untuk  mencakup  cara  802.11a  dan  HiperLAN2  dapat  berada 
bersama- sama diudara pada frekuensi gelombang yang sama. 
Hidayat  (2009)  menuliskan  bahwa  arsitektur  WLAN  secara  umum  dibedakan  menjadi  2 
macam, yaitu 
   a.  Satuan Layanan Dasar (Basic Service Set, BSS), yang terdiri dari:
      1)  Independent Basic Service Set (IBSS), disebut juga mode Ad Hoc, dan
      2)  BSS Infrastruktur, disebut juga mode BSS.
   b.  Satuan Layanan Lanjutan (Extended Service Set, ESS), disebut juga mode ESS.
Suatu  BSS  merupakan  satuan  semua  station  yang  dapat  saling  berkomunikasi  melalui 
identifikasi  (ID)  yang  sama,  yang  disebut  BSSID.   Arsitektur  IBSS  merupakan  jaringan  ad 
hoc,  yang  pada  jaringan  tersebut  tidak  terdapat  Access  Point  (AP)  dan  tidak  dapat berkomunikasi dengan BSS lain, sedangkan pada arsitektur BSS Infrastruktur dapat dilakukan 
komunikasi dengan BSS  lain  melalui  AP. Umumnya, arsitektur IBSS disebut sebagai  Mode 
Ad Hoc sedangkan BSS Infrastruktur disebut sebagai Mode BSS.
Implementasi  mode  Ad  Hoc  digunakan  untuk  wilayah  yang  terbatas.  Pada  konfigurasi  ini, 
semua stasiun  harus tetap berada dalam  lingkungan dengan radius sekitar 300 kaki (100m). 
Untuk  menciptakan  jaringan  IBSS,  perlu  dilakukan  instalasi  Network  Interface  Card  (NIC) 
nirkabel,  mengatur  sistem  driver  ke  mode  operasi  ad-hoc,  lalu  memilih  kanal  radio  yang 
digunakan untuk kelompok jaringan tersebut.

sekian pengenalan tentang jaringan nirkabel, jangan lupa comment ya dan semoga bermanfaat :)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Jendela Ilmu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger